Rabu, 09 November 2011

Laporan Mingguan Pratikum Kimia Dasar Cormatografi dan Stoikiometri

KATA PENGANTAR

            Puji syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa. Yang mana berkat rahmat dan hidayahnya lah saya dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya.
              Dalam laporan ini saya rasa masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan,oleh karena itu saya mengharap para asisten dosen yang bertugas dapat memaklumi laporan yang sudah saya selesaikan ini.
              Selain itu,semua yang  tercantum didalam laporan ini saya rasa sesuai dengan apa yang telah saya ujikan pada waktu pratikum CORMATOGRAFI DAN STOIKIOMETRI jika asisten dosen yang bertugas merasa didalam laporan yang telah saya selesaikan ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan saya berharap kemudahan hati para asisten dosen yang bertugas untuk dapat memaklumi dan memaafkan serta mengajarkan saya untuk membuat laporan yang lebih baik lagi.



                                                                                         Jambi, 08-November-2011






DAFTAR ISI

Kata Pengantar................................................................................................. i
Daftar Isi.......................................................................................................... ii
Pendahuluan..................................................................................................... 1
Latar Belakang................................................................................................. 2
Tinjauan Pustaka............................................................................................... 3
Materi Dan Metoda.......................................................................................... 6
Hasil dan pembahasan...................................................................................... 7
Kesimpulan dan saran....................................................................................... 10
Daftar pustaka.................................................................................................. 11











PENDAHULUAN

            Kromatografi adalah suatu cara untuk memisahkan dan mengidentifikasi campuran.Ada beberapa cara kromatografi,salah satu diantaranya adalah kromatografi kertas.Salah satu penggunaan kromatografi kertas adalah pemisahan zat warna dalam tinta hitam.
             Tidak dapat di pungkiri bahwa Ilmu Kimia merupakan cabang ilmu yang sangat penting untuk dipelajari dan diketahui,akan tetapi pada saat ini masih benyak sekolah-sekolah menengah atas yang berada dipelosok negeri belum memiliki laboratorium Kimia yang menyebabkan siswa dan siswinya cukup terbelakang dalam mempelajari ilmu kimia.
             Ilmu kimia termasuk kedalam cabang ilmu yang harus di pelajari dari banyak segi,bukan hanya materi yang di butuhkan pada saat pembelajaran ilmu kimia tapi praktek juga dibutuhkan agar para pembelajarnya lebih mengetahui secara langsung tentang perbedaan bahan-bahan kimia yang telah dipelajarinya tersebut.
             Saya sendiri merupakan bagian dari beberapa banyak siswa yang belum pernah merasakan praktek ilmu kimia pada saat masih duduk di bangku sekolah menenggah atas,jadi jika di dalam laporan yang telah saya selesaikan ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan saya mohon untuk dapat di maklumi dan saya ingin dapat pelajaran dari para senior untuk membuat laporan hasil pratikum ini menjadi lebih baik lagi.





LATAR BELAKANG

Prinsip perbedaan keterabsorpsian
Kromatografi
Kromatografi adalah suatu cara pemisahan dimana komponen-komponen yang akan dipisahkan didistribusikan antara 2 fase, salah satunya yang merupakan fase stasioner (diam), dan yang lainnya berupa fasa mobil (fasa gerak).Fase gerak dialirkan menembus atau sepanjang fase stasioner. Fase diam cenderung menahan komponen campuran, sedangkan fasa gerak cenderung menghanyutkannya. Berdasarkan terikatnya suatu komponen pada fasa diam dan perbedaan kelarutannya dalam fasa gerak, komponen-komponen suatu campuran dapat dipisahkan. komponen yang kurang larut dalam fasa gerak atau yang lebih kuat terserap atau terabsorpsi pada fasa diam akan tertinggal, sedangkan komponen yang lebih larut atau kurang terserap akan bergerak lebih cepat
Contoh kromatografi yang paling sederhana adalah kromatografi kertas yang dapat dibuat dari kertas saring biasa, bahkan dari kertas tissue. Kromatografi kertas dapat digunakan untuk memisahkan campuran zat warna.
Stoikiometri
            Stoikiometri adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatip dari reaktan dan produk reaksi kimia.






TINJAUAN PUSTAKA

Kromatografi
Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan molekul berdasarkan perbedaan pola pergerakan antara fase gerak dan fase diam untuk memisahkan komponen (berupa molekul) yang berada pada larutan.Molekul yang terlarut dalam fase gerak, akan melewati kolom yang merupakan fase diam. Molekul yang memiliki ikatan yang kuat dengan kolom akan cenderung bergerak lebih lambat dibanding molekul yang berikatan lemah.Dengan ini, berbagai macam tipe molekul dapat dipisahkan berdasarkan pergerakan pada kolom.
Setelah komponen terelusi dari kolom, komponen tersebut dapat dianalisa dengan menggunakan detektor atau dapat dikumpulkan untuk analisa lebih lanjut.Beberapa alat-alat analitik dapat digabungkan dengan metode pemisahan untuk analisis secara on-line (on-line analysis) seperti: penggabungan kromatografi gas (gas chromatography) dan kromatografi cair (liquid chromatography) dengan mass spectrometry (GC-MS dan LC-MS), Fourier-transform infrared spectroscopy (GC-FTIR), dan diode-array UV-VIS (HPLC-UV-VIS).
Jenis Kromatografi
Kromatografi Cair (Liquid Chromatography)
Kromatografi cair merupakan teknik yang tepat untuk memisahkan ion atau molekul yang terlarut dalam suatu larutan. Jika larutan sampel berinteraksi dengan fase stasioner, maka molekul-molekul didalamnya berinteraksi dengan fase stasioner; namun interaksinya berbeda dikarenakan perbedaan daya serap (adsorption), pertukaran ion (ion exchange), partisi (partitioning), atau ukuran. Perbedaan ini membuat komponen terpisah satu dengan yang lain dan dapat dilihat perbedaannya dari lamanya waktu transit komponen tersebut melewati kolom.Terdapat beberapa jenis kromatografi cair, diantaranya: reverse phase chromatography, High Performance Liquid Chromatography (HPLC), size exclusion chromatography, sertasupercritical fluid chromatography.
Reverse phase chromatography
Reverse phase chromatography merupakan alat analitikal yang kuat dengan memadukan sifat hidrofobik serta rendahnya polaritas fase stasioner yang terikat secara kimia pada padataninert seperti silika.Metode ini biasa digunakan untuk proses ekstraksi dan pemisahan senyawa yang tidak mudah menguap (non-volatile).
High performance liquid chromatography
High performance liquid chromatography (HPLC) mempunyai prinsip yang mirip dengan reverse phase.Hanya saja dalam metode ini, digunakan tekanan dan kecepatan yang tinggi.Kolom yang digunakan dalam HPLC lebih pendek dan berdiameter kecil, namun dapat menghasilkan beberapa tingkatan equilibrium dalam jumlah besar.
Size exclusion chromatography
Size exclusion chromatography, atau yang dikenal juga dengan gel permeation atau filtration chromatography biasa digunakan untuk memisahkan dan memurnikan protein.Metode ini tidak melibatkan berbagai macam penyerapan dan sangat cepat.Perangkat kromatografi berupa gel berpori yang dapat memisahkan molekul besar dan molekul kecil.Molekul besar akan terelusi terlebih dahulu karena molekul tersebut tidak dapat penetrasi pada pori-pori.
Kromatografi Pertukaran Ion (Ion-Exchange Chromatography)
            Kromatografi pertukaran ion (ion-exchange chromatography) biasa digukanan untuk pemurnian materi biologis, seperti asam amino, peptida, protein.Metode ini dapat dilakukan dalam dua tipe, yaitu dalam kolom maupun ruang datar (planar).Terdapat dua tipe pertukaran ion, yaitu pertukaran kation (cation exchange) dan pertukaran anion (anion exchange).Pada pertukaran kation, fase stasioner bermuatan negatif; sedangkan pada pertukaran anion, fase stasioner bermuatan positif. Molekul bermuatan yang berada pada fase cair akan melewati kolom.Jika muatan pada molekul sama dengan kolom, maka molekul tersebut akan terelusi.Namun jika muatan pada molekul tidak sama dengan kolom, maka molekul tersebut akan membentuk ikatan ionik dengan kolom.Untuk mengelusi molekul yang menempel pada kolom diperlukan penambahan larutan dengan pH dan kekuatan ionik tertentu.Pemisahan dengan metode ini sangat selektif dan karena biaya untuk menjalankan metode ini murah serta kapasitasnya tinggi, maka metode ini biasa digunakan pada awal proses keseluruhan.

Stoikiometri

Dalam ilmu kimia, stoikiometri (kadang disebut stoikiometri reaksi untuk membedakannya dari stoikiometri komposisi) adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksikimia (persamaankimia). Kata ini berasal dari bahasa Yunanistoikheion (elemen) dan metriā (ukuran).
Stoikiometri didasarkan pada hukum-hukum dasar kimia, yaitu hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap, dan hukum perbandingan berganda.
Contoh:
Stoikiometri gas adalah suatu bentuk khusus, dimana reaktan dan produknya seluruhnya berupa gas. Dalam kasus ini, koefisien zat (yang menyatakan perbandingan mol dalam stoikiometri reaksi) juga sekaligus menyatakan perbandingan volume antara zat-zat yang terlibat.
MATERI DAN METODA

            Pratikum kimia yang kedua dilaksanakan di laboratorium PMIPA pada hari Kamis (02-November-2011), mulai dari pukul 07-45 – 09-50.
Materi
            Adapun materi atau alat pada pratikum yang kedua ini adalah : kertas kromatografi,gelas kimia,lidi serta tinta warna (biru,merah,hijau) yang larut di dalam air.
Metoda
            Adapun metoda atau cara pengerjaan pada pratikum yang kedua ini adalah : Buatlah garis dengan pengsil 1 cm dari ujung bawah kertas kromatografi (semacam kertas saring).Buat titik dengan tinta hijau ditengah garis itu.Buat titik dengan tinta lain disebelah kanan dan kiri titik hijau pada jarak 2 cm (biarkan titik itu menjadi kerin),gulung kertas hingga membentuk selinder.Tempatkan kertas dalam gelas kimia yang berisi air 1 cm sehingga ujung kertas tercelup didalam air (jaga sehingga titik tinta tidak tercelup/terendam dalam air).Biarkan air merambat kebagian atas kertas (zat warna dalam tinta akan ikut merambat baik).Jika air sudah merambat mendekati ujung atas kertas,keluarkan kertas lalu beri tanda batas rambatan air.Perhatikan noda-noda zat warna dalam tinta,biarkan kertas saring menjadi kering.Ukur jarak batas air dan jarak tiap noda zat warna,dari garis pinsil pada ujung bawah kertas.Hitung harga perbandingan kedua jarak=jarak noda:jarak air.Buat kromatogram dari titik tinta yang tidak dikenal,misalnya campuran 2 macam tinta.




HASIL DAN PEMBAHASAN
Kromatograpi

Hasil
Warna tinta
Warna noda
Jarak noda
jarak air
Biru
Biru muda
2 cm
9,5 cm
Hitam
Abu-abu
2 cm
5,5 cm
Merah
Merah muda
1 cm
10 cm

Pembahasan
Dari hasil yang telah kami peroleh,sesuai dengan pendapat (Shelva,2007) yang menyatakan bahwa kromatografi bergantung pada pembagian ulang molekul – molekul campuran antara dua fase atau lebih. Tipe-tipe kromatograf absorfasi, kromatografi partipasi cairan dan pertukaran ion. System utama yang digunakan dalam kromatograf partisi adalah partis gas, partisi cairan yang menggunakan alas tak bergerak ( misalnya kromatografi kolom) kromatografi kertas dan lapisan tipis.





HASIL DAN PEMBAHASAN
Stiokiometri
Hasil
Stoikiometri CuSO4 - NaOH
CuSO4               - NaOH
Ml                      ml
TA
TM
∆T
5                        8
30
27,5
2,5
6                        7
29,5
26,6
2,75
7                        6
30
26,5
3,5
8                        5
29
26,5
2,5

Grafik stoikiometri CuSO4 – NaOH

                            8                                7                         6                             5




Stoikiometri asam – basa
NaOH – HCl
NaOH             HCl
Ml                    ml
TA
TM
∆T
1                       5
24
25
-1
2                       4
24
25
-1
3                       3
24,5
24
0,5
4                       2
24
25
-1
5                       1
20
20,5
-0,5

Grafik stoikiometri NaOH – HCl


Pembahasan
            Dari hasil praktikum CuSO4 – NaOH maupun asam – basa yang telah kami lakukan,sesuai dengan pendapat (Poople,2001) yang menyatakan bahwa stoikiometri merupakan atom dan satuan massa,atom dan mol. Penulisan rumus kimia, penyrtrtaan dan penentuan reaksi pembatasan.


KESIMPULAN DAN SARAN

Adapun kesimpulan yang dapat saya buat pada laporan ini adalah :
            Kromatograpi adalah suatu cara untuk memisahkan dan mengindentifikasih campuran. Kromatografi  yang paling sederhana adalah kromatograpi kertas,selain alat yang diperlukan sedikit cara pengerjaannya pun cukup mudah.
            Stiokiometri adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia. Percobaan ini cukup sulit dan memakan cukup banyak waktu dan percobaan ini sangat membutuh kan konsentrasi tinggi akan tetapi percobaan ini sangat asyik dan menyenangkan jadi jangan sampai lewatkan kesempatan mengikuti percobaan stiokiometri ini.

Yang dapat saya sarankan adalah :
            Untuk rekan-rekan yang hendak melakukan pratikum kimia dasar (Kromatograpi dan Stiokiometri) hendaknya benar-benar memahami dan mengerti tentang zat-zat kimia dan dan unsur-unsurnya karena pratikum kimia dasar cukup sulit jika kita tidak benar-benar mengetahui dan memahami materi yang akan di pratikumkan tersebut.
            Jadi sebaiknya rekan-rekan belajar  memahami materi agar tidak mengalami kesulitan saat berlangsungnya pratikum ini,semoga berhasil.
Sekian dan Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar